Pendukung Perumusan Tujuan Pembelajaran
Pendukung Perumusan Tujuan Pembelajaran
Perumusan tujuan pembelajaran tidak hanya sebatas merangkai kalimat, melainkan membutuhkan pengetahuan pendukung agar dapat berjalan secara terarah. Salah satu kerangka yang dipakai adalah format ABCD (Audience, Behavior, Condition, Degree) yang digagas oleh Robert F. Mager. Format ini membantu pengajar menyusun rumusan yang terukur, jelas, serta objektif. Penerapan format ABCD paling utuh dan lengkap berada pada tingkatan Indikator pembelajaran.
Selain kerangka penulisan, karakteristik kelompok usia pemelajar menjadi pertimbangan dalam perumusan tujuan. Anak-anak (4–12 tahun) membutuhkan rumusan yang mengarah pada tindakan konkret. Remaja (13–18 tahun) mulai difasilitasi untuk pemikiran kritis dan diskusi pandangan iman. Sementara pemelajar dewasa (18 tahun ke atas) yang bersifat mandiri dan kaya pengalaman hidup diarahkan pada analisis, refleksi teologis, serta pengembangan kepemimpinan.
Jenis materi pembelajaran juga memengaruhi penetapan kata kerja dan domain belajar. Dalam Pendidikan Kristen, materi terbagi ke dalam pengetahuan Alkitabiah, doktrinal, etika-moral, spiritualitas-devosional, historis-kontekstual, serta misiologis-praktis. Pemilihan Kata Kerja Operasional (KKO) yang cermat akan memastikan bahwa tujuan yang dirumuskan tetap realistis dan selaras dengan kebutuhan pemelajar.
| Tingkat Tujuan | Audience (A) | Behavior (B) | Condition (C) | Degree (D) |
|---|---|---|---|---|
| Tujuan Umum (TU) | Wajib | Wajib | Jarang | Tidak Perlu |
| Tujuan Khusus (TK) | Wajib | Wajib | Bila Relevan | Jarang / Opsional |
| Indikator (Ind) | Wajib | Wajib | Wajib | Wajib Terukur |
(Naskah selengkapnya dapat dipelajari melalui tampilan pratinjau di bawah ini)
