Perumusan Tujuan Psikomotorik

Andragogi & Pendidikan Kristen FRAGMEN BAB BUKU

Perumusan Tujuan Domain Psikomotorik
(Bab 9: Perumusan Tujuan Pembelajaran Kristen)

Penulis: DAS | Penerbit: Buku Hikmat / Lentera Hikmat (2025)

LHID: 09.2025/PTPK.CHAP.009

Perumusan Tujuan Pembelajaran-Psikomotorik

"Perumusan tujuan pada domain psikomotorik menghubungkan pemahaman iman dengan tindakan nyata, melatih pemelajar menjadi pelaku firman melalui ibadah, pelayanan, dan kesaksian."

Pembelajaran domain psikomotorik berfokus pada pembimbingan pemelajar agar mampu memperagakan tindakan fisik dan keterampilan nyata dalam menghidupi iman. Perumusan tujuan pada domain ini meliputi aspek kesiapan fisik dan motivasi internal hingga pelaksanaan tugas teknis secara terbimbing.

Pada kelompok anak (10–12 tahun), perumusan berada pada psikomotorik level dua (kesiapan/set) yang menekankan kemauan dan kesiapannya membantu pelayanan sederhana di gereja. Pada tingkat remaja (16–18 tahun), perumusan ditingkatkan ke psikomotorik level tiga (terbimbing/guided response), di mana pemelajar dilatih mengoperasikan peralatan multimedia ibadah sesuai petunjuk mentor.

Sementara bagi pemelajar dewasa (18 tahun ke atas), perumusan psikomotorik level tiga diarahkan pada keterampilan bersaksi dan peragaan metode penginjilan melalui simulasi peran. Seluruh pencapaian keterampilan ini dievaluasi melalui teknik observasi terstruktur, lembar cek performa, dan rubrik praktik langsung.

Tabel 1: Instrumen Pengukuran Observasi Praktik Kesaksian (Pemuda / Dewasa)

Indikator Capaian Teknik Pengukuran Alat & Instrumen Kriteria Capaian
Ind 1.1 - Mengucapkan kesaksian Praktik langsung Lembar observasi mentor Alur runtut (min. 4 tahapan)
Ind 2.1 - Peragaan metode Injil Simulasi peran Rubrik presentasi Langkah logis tanpa terlewati
Ind 3.1 - Tanya-jawab iman Simulasi interaktif Catatan penilaian mentor Jawaban alkitabiah & ringkas
Saran Sitasi (Format APA):
Ariefin,Dwi. (2025). Perumusan Tujuan Domain Psikomotorik. Dalam Perumusan Tujuan Pembelajaran Kristen (Bab 9, hlm. 99–116). Lentera Hikmat.

(Naskah selengkapnya dapat dipelajari melalui tampilan pratinjau di bawah ini)

šŸ“– Pratinjau Visual Dokumen (PDF)