Struktur dan Alur Perumusan
Sistematika Bertingkat: Hirarki Tujuan, Fokus Kata Kerja, dan Rincian Materi
Penyusunan rumusan tujuan pembelajaran harus dilaksanakan secara sistematis dan bertahap, bukan dengan cara acak. Struktur perumusan mengikuti hirarki berjenjang yang menempatkan Tujuan Umum (TU) sebagai payung utama di tingkat atas, dijabarkan menjadi sekurang-kurangnya dua Tujuan Khusus (TK), dan dilanjutkan ke dalam minimal dua Indikator operasional pada setiap TK.
Alur dasar perumusan mencakup tiga tahapan utama: Pra-Perumusan (memahami kurikulum, topik, serta mengenali pemelajar), Perumusan (menetapkan domain belajar, level taksonomi, merumuskan TU, TK, dan Indikator), serta Pasca-Perumusan (merencanakan pengukuran dan melakukan tinjauan ulang). Dalam pelaksanaannya, perancang pembelajaran dapat menggunakan pendekatan yang berpusat pada penajaman kata kerja perilaku (behavior) maupun pendekatan yang berfokus pada perincian pokok bahasan materi.
Penerapan struktur dan alur perumusan yang rinci ini membantu menekan risiko timbulnya rumusan yang kabur atau sulit diukur. Dengan demikian, pengajar dapat memastikan bahwa seluruh kegiatan belajar mengarah pada pencapaian hasil pengalaman belajar yang berhasil bagi para pemelajar.
| Tingkatan Tujuan | Posisi & Ketentuan Jumlah | Karakteristik Kata Kerja |
|---|---|---|
| Tujuan Umum (TU) | Puncak/Payung Utama (1 Unit Pembelajaran) | Menggunakan Kata Kerja Abstrak & Luas |
| Tujuan Khusus (TK) | Di bawah TU (Minimal 2 TK untuk 1 TU) | Kata Kerja Terarah/Abstrak/Operasional. |
| Indikator (Ind) | Di bawah TK (Minimal 2 Indikator untuk 1 TK) | Kata Kerja Operasional (KKO) Terukur |
(Naskah selengkapnya dapat dipelajari melalui tampilan pratinjau di bawah ini)
